BisnisHeadlineHikmah

BTS MEALS !

AFINEWS.CO.ID| SALAH satu gerai makanan siap saji sempat bikin heboh.

Kreasi makanan dikemas apik, menarik animo masyarakat.

Menawarkan menu, kolaborasi Mc Chicken dan penyanyi boy band .

Nampaknya penggemar Bangtan Boys cukup banyak.

Terutama di kalangan remaja di negeri ini.

Group band beranggotakan tujuh remaja asal Korea Selatan.

Yang memiliki akronim Beyonce the Scene.

Atau dikenal BTS.

Kemudian gerai ayam ini, mengambil brand BTS MEAL !

Terdiri atas Mc Chicken Nugget, French Fries.

Coca-cola, serta dilengkapi dua macam saus.

Sayangnya, peluncuran menu perdana kurang diantisipasi.

Sehingga menimbulkan kerumunan.

Dan dapat berdampak pada penyebaran Covid 19.

Satu hal, pemerintah bekerja keras mengatasi pandemi.

Terlepas dari semua itu, mungkin kita bisa memetik pelajaran.

Terutama yang berkaitan dengan konsumsi makanan.

Sudahkah kita memperhatikan asupan makanan ?

Utamanya yang masuk ke dalam tubuh kita selama ini ?

Bukan sekedar halal, namun juga tayyib.

HALALAN THAYYIBAN !

Saudaraku yang kami rindukan dunia akhirat.

Ada beberapa indikator, kategori halal dan thayyib.

Kitab Bulughul Maram, menjelaskan beberapa hal.

Pertama adalah, makanan halal secara dzat.

Seperti daging ayam, kambing, kerbau.

Buah kurma, buah apel dan lainnya.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi.”

“Dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) ALLAH SWT.”

“Yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk.”

“Dan yang diterkam binatang buas.”

“Kecuali yang sempat kamu sembelih..”

(Alqur’an Surah Al Maidah Ayat 3)

Kemudian, makanan yang diperoleh secara halal.

Misalnya, didapat dengan cara benar.

Sesuai dengan syari’at Agama Islam.

Uang yang dibelanjakan bukan dari mencuri atau korupsi.

Adi bin Hatim menyampaikan sabda Rasulullah SAW.

Berkaitan dengan binatang buruan.

“Jika yang terkena adalah bagian pisaunya.”

“Maka makanlah hewan hasil buruan tersebut.”

“Jika yang terkena adalah bagian kayu tombaknya.”

“Lantas hasil buruan itu matii.”

“Maka ia termasuk mawqudzah (hewan mati akibat benturan).”

“Maka janganlah dimakan.”

(Hadits Riwayat Ikqm Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya halal secara pengolahannya.

Contoh buah siwalan, kedudukannya halal.

Namun ketika diolah menjadi minuman keras.

Maka akan menjadi haram, lantaran dapat merusak akal.

Prinsip keempat adalah, halal secara penyajiannya.

Misalnya, makanan yang terkena najis.

Menyuguhkan makanan, yang terkena kotoran cicak.

Semoga ALLAH SWT menjaga makanan kita halalan thayyiban.

Sebagai asbab menuju keberkahan.

Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Mujibasailin.

(kangmas_bahar)

Share this :