HeadlineHikmahNasional

PANCASILA !

AFINEWS.CO.ID| MAYORITAS warga Indonesia adalah beragam Islam.

Artinya, masih ada warga minoritas yang memilih kepercayaan lain.

Ajaran Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamiin.

Menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam.

Sangat mencintai kerukunan, toleran, keadilan.

Meliputi semua sendi kehidupan.

Para ulama, pejuang dan tokoh politik kemudian sepakat.

Falsafah Negara Republik Indonesia :

PANCASILA !

Azas utamanya adalah berdasarkan kesamaaan kebangsaan.

Bukan atas dasar agama, etnis, dan budaya.

(Sumber : Buku Kesadaran Masyarakat, Karya Prof Hamka Haq)

Saudaraku yang kami cintai dunia akhirat.

Adalah hubungan syari’at Islam dengan Pancasila ?

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dialah yang Awal dan yang Akhir.”

“Yang Dhahir dan yang Bathin.”

“Dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.”

(Alqur’an Surah Al-Hadiid Ayat 3)

“Untuk kalian Agama kalian.”

“Untukkulah Agamaku.”

(Alqur’an Surah Al Kafirun Ayat 6)

“Bacalah Qul ya Ayyuhal-Kafirun.”

“Kemudian tidurlah di akhirnya.”

“Sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan.”

(Hadits Riwayat Abu Dawud dari Farwah bin Naufal, dalam Kitab Fathul Bari’)

Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Hai orang-orang yang beriman !”

“Hendaklah kamu jadi orang-orang.”

“Yang selalu menegakkan (kebenaran).”

“Karena ALLAH SWT, menjadi saksi dengan adil.”

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum.”

“Mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.”

“Berlaku adillah.”

“Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

“Dan bertakwalah kepada ALLAH SWT.”

“Sesungguhnya ALLAH SWT Maha mengetahui.”

“Apa yang kamu kerjakan.”

(Alqur’an Surah Al-Maa’idah Ayat 5)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia.

“Berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) ALLAH SWT.”

“Dan janganlah kamu bercerai berai.”

“Dan ingatlah akan nikmat ALLAH SWT kepadamu.”

“Ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan.”

“Maka ALLAH SWT mempersatukan hatimu.”

“Demikianlah ALLAH SWT menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu.”

“Agar kamu mendapat petunjuk.”

(Alqur’an Surah Ali Imran Ayat 103)

Sila Keempat, Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratn dan Perwakilan.

“Maka disebabkan rahmat dari ALLAH SWT.”

“Kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.”

“Sekiranya kamu bersikap keras, lagi berhati kasar.”

“Tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”

“Karena itu ma’afkanlah mereka.”

“Mohonkanlah ampun bagi mereka.”

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad.”

“Maka bertawakkallah kepada ALLAH SWT.”

“Sesungguhnya, ALLAH SWT menyukai orang-orang tawakal.”

(Alqur’an Surah Ali Imron Ayat 159)

Sila Kelima, Keadilian Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Sesungguhnya ALLAH SWT menyuruh (kamu) berlaku adil.”

“Dan berbuat kebajikan.”

“Memberi kepada kaum kerabat.”

“Dan ALLAH SWT melarang dari perbuatan keji.”

“Kemungkaran dan permusuhan.”

“Dia (ALLAH SWT) memberi pengajaran kepadamu.”

“Agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(Alqur’an Surah An-Nahl Ayat 90)

Semoga rakyat di negeri kita tercinta, makin makmur dan sejahtera.

“Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofurl

Aamiin Aamiin Aamin Yaa Mujibassailin.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila !

(kangmas_bahar)

Share this :

Leave a reply