EsaiHikmah

BIDADARI DUNIA !

AFINEWS.CO.ID| WOMAN was made from the rib of man.

She was not created from his head to top him.

Not from his feet to be stepped upon.

She was made from his side to be close to him.

From beneath his arm to be protected by him.

Near his heart to be loved by him.

(The Status of Women in Islam, The Healthline)

Rasulullah SAW, berpesan kepada sahabat Abu Hurairah ra.

Sebagaimana tertuang dalam Kitab Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari.

“Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada perempuan.”

“Karena ia diciptakan dari tulang rusuk.”

“Yang paling bengkok dari tulang rusuk, adalah pangkalnya.”

“Jika kamu coba meluruskan tulang yang bengkok.”

“Maka dia bisa patah.”

“Namun bila kamu biarkan, maka dia akan tetap bengkok”

“Untuk itu nasihatilah para wanita dengan cara ma’ruf.”

(Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

“Dunia adalah perhiasan.”

“Dan sebaik-baik perhiasan dunia.”

“Adalah perempuan (isteri) yang shalihah.”

(Hadits Riwayat Imam Muslim, dari Abdullah bin Amr).

“Wahai sekalian manusia.”

“Bertakwalah kepada Tuhanmu.”

“Yang telah menciptakan kamu dari diri satu.”

“Dan menciptakan darinya pasangannya.”

“ALLAH SWT memperkembangbiakkan dari keduanya.”

“Laki-laki yang banyak dan perempuan.”

(Alqur’an Surah An Nisa’ Ayat 1)

Saudaraku yang kami rindukan dunia akhirat.

Ketahuilah bahwa perempuan shalihah lebih unggul.

Ketimbang gadis-gadis cantik yang ada di surga.

Bahkan ia lebih utama.

Daripada para tujuh puluh ribu bidadari.

Jadikan istrimu bak BIDADARI DUNIA AKHIRAT !

Ketika ia mengalami sakitnya haid.

Maka menjadi Kafaroh (tebusan), bagi dosanya terdahulu.

“Surga itu di bawah telapak kaki-kaki para ibu.”

(Dari Musa bin Muhammad bin ‘Atha’, Abu Al-Malih, Maimunah)

Perempuan itu ibarat bunga.

Jika kasar dalam memperlakukannya.

Maka akan merusak keindahannya.

Sehingga menjadikannya, layu tak bersemi.

Perempuan ibarat selembar sutra.

Yang mudah robek oleh terpaan badai.

Terombang-ambing oleh hempasan angin.

Basah kuyup meski oleh setitik air.

Wahai kaum pria, jangan biarkan hatinya robek terluka.

Lantaran ucapan yang menyakitkan.

Lantaran engkau diakan cintanya.

Ingatlah, hatinya begitu lembut.

Jangan pula engkau membiarkannya sendirian.

Manakala berjuang menantang hidup.

Saat ia hadir dalam kesendirian.

Sesungguhnya ia menawarkan setangkup ketenangan.

Dengan nuansa ketentraman.

Jangan pula engkau kecewakan.

Sehingga membuatnya menangis.

Meski tangis itu telah berhenti.

Namun tetap membekas di hati.

Semoga ALLAH SWT menjadikan istri dan putri kita tercinta, shalihah.

Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Mujibasailin.

(kangmas_bahar)

Share this :