EsaiHeadlineHikmah

MALU !

AFINEWS.CO.ID| MENGAPA kita terkadang masih saja kurang percaya diri ?

Hati selalu diliputi ketidaktenangan ?

Kekhawatiran akan perjalanan masa depan ?

Meski sudah satu bulan menjalankan Puasa Ramadhan ?

Bisa jadi, ada satu hal yang tidak kita perhatikan.

RASA MALU !

Mungkin diantara kita, lebih takut dipermalukan manusia.

Daripada dipermalukan oleh ALLAH Jalla Jalaluh.

Kelak ketika kita berada di hari kiamat.

Akibatnya, lebih mendahulukan usulan dunia.

Ketimbang berjuang untuk mencapai ridhlo ALLAH SWT.

Terutama menyangkut urusan pangan, sandang, papan.

Saudaraku yang kami cintai dunia akhirat.

Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya ALLAH SWT Maha Kaya ?

ALLAH SWT Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Pemalu ?

“Sesungguhnya ALLAH SWT Maha Pemalu dan Maha Pemurah.”

“Dia malu bila seorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya.”

“Kemudian Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.”

(Hadits Riwayat Imam Abu Daud: dan at-Tirmidzi, dalam Kitab Shahih Abu Daud)

“Wa min dabbatin fil-ardhi illa ‘alallahi rizquha.”

“Wa ya’lamu mustaqoroha wa mustawda’aha kullu fi kitabin mubin.”

Artinya, dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi.

Melainkan semuanya dijamin ALLAH SWT rizkinya.

Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.

Semua tertulis dalam Kitab yang nyata atau Lauhil Mahfuz.

(Alqur’an Surah Hud Ayat 6)

“Salah seorang dari mereka berlindung kepada ALLAH SWT.”

“Maka ALLAH SWT melindunginya.”

“Yang lain, dia malu.”

“Sehingga ALLAH SWT pun malu darinya.”

“Adapun yang lainnya lagi.”

“Dia berpaling, sehingga ALLAH SWT berpaling darinya.”

(Hadits Riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim)

Sifat malu merupakan akhlak orang beriman.

Baik malu pada diri sendiri, orang lain, dan ALLAH SWT.

Jika melakukan kesalahan, timbul rasa penyesalan.

Bila berbuat maksiat, segara ambil wudhlu Shalat Sunnah Taubat.

Bila disakiti orang lain, segera membuka pintu maaf.

Tak perlu menunggu mereka memaafkan.

Bila terbelit hutang, segera bangkit berjuang.

Dengan iringan Shalat Sunnah Hajat, Tahajud, Dhuha, dan lainnya.

Agar usaha makin menemukan titik terang.

Jangan lupa, lisan tak pernah berhenti berdzikir.

Perbanyak baca Istighfar, tasbih, shalawat, dan lainnya.

Semoga ALLAH SWT memberikan rizki yang halal, luas dan BARAKAH.

Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Mujibassailin.

(kangmas_bahar)

Share this :