EsaiHeadlineHikmah

JAGA PERSATUAN !

AFINEWS.CO.ID| PERBEDAAN pendapat para ulama adalah hal yang biasa.

Ulama salafus shalih (terdahulu), tak luput beda pandangan.

Namun, mereka selalu menyikapinya dengan bijaksana.

Tak sampai menimbulkan perpecahan antarumat.

Selama tidak menyangkut hal yang pokok (ushul).

Imam Syafi’i, misalnya, berbeda pandangan dengan Imam Malik.

Khususnya dalam hal firu’iyah (cabang).

Contoh kecil, soal Shalat Sunnah Tarawih.

Apakah delapan raka’at atau duapuluh raka’at.

Kitab Al-Hadyun Nabawis Shahih fi Shalatit Tarawih, mungkin bisa jadi rujukan.

Tulisan Prof Syekh M Ali As-Shabuni, mengungkap cukup detil.

Guru besar Ilmu Tafsir Universitas Umul Quro’ Mekkah.

Beliau memotret keresahan sebagian Ummat Muslim.

Terkait pemahaman masalah ushul dan furu’.

Mana masalah pokok, dan masalah cabang dalam agama.

Akhirnya berlarut-larut dalam pertikaian.

Perdebatan menjadi berkepanjangan.

Mereka mengaku berilmu, seolah menghidupkan sunnah.

Pendapat yang disampaikan, aneh dan gharib.

Justru bertentangan dengan mayoritas ulama salaf dan khalaf.

Menurut Syech Ali As-Shabuni, beda Shalat Tarawih tak masalah.

Seandainya umat Islam tidak melakukan, niscaya “dosanya” lebih ringan.

Dibandingkan mengobarkan perpecahan.

Dan permusuhan di tengah umat Islam itu sendiri.

Kedudukan hukum Shalat Tarawih adalah SUNNAH.

Sedang persatuan dan persaudaraan hukumnya WAJIB.

“Wa’tashimuu bi hablillahi jami’an wa laa tafarrquu”

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) ALLAH SWT.”

“Dan janganlah kamu bercerai-berai.”

“Dan ingatlah akan nikmat ALLAH SWT kepadamu.”

“Ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan.”

“Maka ALLAH SWT mempersatukan hatimu.”

“Lalu menjadilah kamu karena nikmat ALLAH SWT.”

“Orang-orang yang bersaudara.”

(Alqur’an Surah Ali Imran Ayat 103)

Islam mewajibkan persatuan dan persaudaraan.

Persatuan bukan berarti penyeragaman.

Bebas mengamalkan sesuai pandangan mazhab yang diikuti.

Khususnya Madzhab Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Malik, dan Inam Syafi’i.

Dengan catatatn, tetap harus menjaga persatuan dan persaudaraan.

Saling menghormati antarpandangan.

Bukan saling membid’ahkan, menyesatkan, dan mengafirkan.

Saudaraku yang selalu kami rindukan dunia akhirat.

Mari kita memperkuat tali persaudaraan antarumat Islam.

Semoga ALLAH SWT selalu menebarkan BARAKAH.

Khususnya kepada kaum muslim di seluruh dunia.

Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Mujibasailin.

(kangmas_bahar

Share this :