EsaiHikmah

YA AYYUHANNABI !

AFINEWS.CO.ID| MENGAPA Baginda Rasulullah SAW layak mendapat pujian ?

Tidak selayaknya untuk dihujat dan dihinakan ?

Sudahkan kita mengenal Nabi Muhammad SAW luar dalam ?

Hammada Yuhammidu Hammid Tahmidan Muhammid —wazan Muhammad.

Bermakna, orang yang dipuji terus menerus sepanjang zaman.

Bukan diartikan menuhankan Rasulullah SAW.

Pujian ini lebih pada kemuliaan AKHLAK beliau SAW.

Abdul Muthalib —kakek Rasulullah SAW, memberi nama sang cucu MUHAMMAD.

Penduduk Mekkah kala itu heran dengan nama tersebut.

Di kalangan para Kabilah di Mekkah, nama itu terdengar asing.

“Eyang Thalib, mengapa cucumu engkau namakan itu ?”

“Bukan nama leluhurmu ?”

“Bukankah nama itu tak ada dalam perbendaharaan bahasa kita ?”

Demikian pertanyaan warga Mekkah, kepada tokoh Bani Quraisy ini.

Sebagaimana terekam dalam Kitab Sirrah Nubuwiyah.

Karya Prof DR Sayyid Muhammad Al Maliki Al Hasani Al Makki.

Eyang Abdul Muthalib berharap, cucunya kelak menjadi berakhlak mulia.

Sehingga akan selalu mendapat pujian, baik di langit maupun di bumi.

Saudaraku yang dimuliakan ALLAH Azza Wajalla.

Ketahuilah, bahwa Baginda Rasulullah SAW adalah Insan Kamil.

Sebagai prototipe model manusia yang original.

Buah pikiran, tindakan, ucapan, perbuatan, dilakukan sempurna.

Tak hanya mendapat sanjungan seluruh makhluk di langit dan di bumi.

Penghormatan dan pujian pun datang dari ALLAH Jalla Jalaluh.

Sang Khaliq, Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

“Wainnaka La’ala Khuluqun ‘Adziim”

Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), berbudi pekerti luhur.

(Alqur’an Surah Al Qalam Ayat 4)

Jika ALLAH SWT memuji hamba-Nya yang terkasih demikian tinggi.

Maka, sungguh sangat tidak pantas menghinakannya.

“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru.”

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya.”

(Alqur’an Surah An-Najm Ayat 2-3)

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.”

(Alqur’an Surah An Najm Ayat 11)

“Penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang.”

“Dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.”

(Alqur’an Surah An-Najm Ayat 17)

“Penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”

(Alqur’an Surah At-Taubah Ayat 128)

Demikianlah beberapa pujian ALLAH Azza Wajalla dalam Kitab Alqur’anil Kariim.

ALLAH Azza Wajalla selalu menyapa Rasulullah SAW dengan kata indah.

“Yaa AYYUHANNABI !”

(Wahai Sang Nabi)

“Yaa AYYUHARRASUL !”

(Wahai Rasulullah)

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian.”

“Tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.”

(Alqur’an Surah Muhammad Ayat 2)

Tiga belas kali dipanggil dengan kalimat ya ayyuhannabi.

Dan dua kali dengan kalimat ya ayyuharrasul.

Kemudian sebagian ulama, menyematkan gelar tambahan nama pada beliau SAW.

Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

“Allahhumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad SAW”

Semoga di Hari Kiamatkelqk, kita semua mendapat Syafa’at Rasulullah SAW.

Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Mujibassailin.

(kangmas_bahar)

“Allahumma Shalli Wassalim Wabarik ‘Alaih”

#1
Ya Nabi Salam ‘Alaika
Ya Rossul Salam ‘Alaika
Ya Habib Salam ‘Alaika
Sholawatullah ‘Alaika

Asyroqol Badru ‘Alaina
Fah Tafat Minhul Buduuru
Mitsla Husnik-maa Roaina
Qothu Ya Wajhas Suruuri

Back/Kembali #1
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nuurun Fauqo nuuri
Anta Iksirun Wa Ghoolil
Anta Misbaahus Suduri

Back/Kembali #1
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya Aruusal Khofiqooini
Ya Muayyad Ya Mumajad
Ya Imamal Qiblataini

(kangmas_bahar)

Share this :