Hukum

Kasus Pemasangan Plang di Jl Tunjungan 80, BPN Lapor Polda Jatim

SURABAYA-Pemasangan Plang di lahan sengketa Jalan Tunjungan 80 Surabaya berbuntut panjang. Adapun bunyi yang ada di plang itu sebagai berikut “Tanah Ini Dalam Pengawasan Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam RI”.

Lahan eks BPN ini ternyata masih dalam proses hukum yakni PK, dan tidak pada tempatnya dipasang yang demikian. Oleh karena itu pihak BPN akan melakukan laporan serta tuntutan hukum pada pemasang plang dan pihak Tjipto Tjandra, sehubungan pemasangan plang yang dipasang oleh pihak yang diduga orang suruhan Tjipto Tjandra

Katua DPP Satgas Saber Pungli Jatim, Tim Sos Satgas Saberpungli Kemenkopoilhukam saat ditanya awak media via ponselnya Minggu (5/7) menyatakan enggan berkomentar mengenai pemasangan plang di lahan sengketa tersebut,

Mariyadi menjelaskan kalau saat ini sibuk melakukan pembenahan organisasi, biar tidak sembarang orang mengaku sebagai anggota GNPK-Tim Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam, karena saat itu dia sangat terkejut setelah mendapat WA dan telepon dari kakan BPN Sby II Pak Lampri .

Kalau ada pemasangan plang di Jl Tunjungan 80 Surabaya, karena hubungan kami dengan BPN sangat baik dan harmonis jelas Mariyadi.

Saat itu setelah melihat foto yang dikirim oleh pak Lampri, Mariyadi sangat kaget dan segera meminta bantuan kepada Staf BPN Sby II untuk segera mencopot dan membakar baner atau itu

“Kami sangat mendukung bila BPN melaporkan dan menuntut pihak pemasang baner pada lahan milik negara tersebut, karena tanah tersebut masih dalam proses PK, apalagi bunyinya seperti itu,” katanya.

Husain Tarang SH Ketua Bidang upaya Hukum DPP GNPK ketika dihubungi wartawan menjelaskan Karena persoalan pemasangan plang menggunaan nama GNPK itu ia menyatakan dukungan kepada pihak BPN untuk melakukan langkah hukum, agar pihak yang tidak bertanggung jawab diproses hukum supaya jera dan tidak mengulangi perbuatan nya serta mengetahui dalangnya ujar husain tarang yang juga berprofesi sebagai advokat

Karena kejadian pemasangan plang di lahan BPN Jl Tunjungan 80, sangat merugikan pihak GNPK-Tim Sos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam,

Mariyadi mengaku mendapatkan teguran keras dari atasannya di Jakarta

“Itu pasti pihak-pihak yang tidak beres” dan ingin mendeskriditkan nama GNPK dan Tim Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam tambahnya. Apapun alasan nya tidak dibenarkan pemasangan plang di lahan yang masih dalam proses hukum, apalagi BPN masih Melakukan upaya PK pungkas Mariyadi (Dn)

Share this :