Bisnis

Jatim Punya Aset Digital Namanya Royal Token

 AFINEWS.CO.ID- Dunia punya Bitcoin, warga Jawa Timur punya Royal Token.  Apa bedanya? “Prinsipnya sama saja. Bitcoin itu aset digital, Royal Token juga aset digital,” jawab Tri Ratna Fauziah, CEO Royal Token, yang ditemui Sabtu (28/9) di Sun Hotel Sidoarjo.

Ratna ditemui di sela-sela persiapan acara Pra-Launching Royal Token di wilayah Jawa Timur.  Royal Token adalah Utility Token. Bisa juga disebut Crypto Asset atau Digital Asset. Jadi, Royal Token adalah komoditi yang bisa diperdagangkan.

Selain ditandai pemotongan tumpeng Royal Token, sekitar 100 lebih tamu undangan yang hadir juga mengikuti presentasi singkat apa itu aset digital, teknologi blockchain dan bisnis crypto yang mulai marak di Indonesia.

Hadir pula pada acara ini Founder sekaligus Advisor Royal Token, Abdussomad dan M. Kholil, CEO AK12 Crypto.
Royal Token, jelas Ratna, tak melulu memasarkan aset digital karena Royal Token menawarkan program pendidikan Teknologi Blockchain kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Sasaran kami adalah Generasi X, Y, Z. Mereka sudah tahu, minimal sudah dengar, apa itu aset digital, apa itu Cryptocurrenty. Nah, yang kami ingin, generasi milenial kita tidak cuma tahu, melainkan juga paham seluk-beluk aset digital yang benar. Biar mereka tidak jadi korban pelaku bisnis aset digital bodong,” ungkap Ratna.

Ia tambahkan, sudah begitu banyak orang dewasa yang tertipu bisnis aset digital dengan mengatasnamakan bitcoin. Itu sebabnya Ratna memandang penting pendidikan aset digital kepada generasi muda.

Ratna ingin siswa SMP, SMA dan mahasiswa sudah mendapatkan pengetahuan yang benar tentang aset digital.
“Biar tidak seperti kakak, ayah dan ibunya yang jadi korban bisnis crypto bodong,” kata Ratna, yang kontan disambut derai tawa orang yang berdiri di sekitarnya.

Generasi muda yang sudah memperoleh pendidikan aset digital ini, tambah Ratna, selanjutnya akan diwadahi dalam wadah komunitas dengan menyiapkan media sosial khusus yang mirip dengan Platform Facebook.
“Melalui media sosial yang kami siapkan itulah para generasi muda yang sudah memiliki pengetahuan dasar aset digital, bisa meningkatkan pengetahuan,” tambahnya.

Royal Token menargetkan, dalam 3 bulan ke depan punya komunitas beranggotakan 20.000 orang di seluruh Jawa Timur. Melalui ke-20.000 anggota itulah diharapkan semua generasi milenial memiliki pengetahuan yang benar tentang apa itu aset digital.

Pada ujungnya, Royal Token ingin semua generasi muda tahu arti penting berinvestasi dalam bentuk aset digital.

“Digital Asset itu saya ibaratkan koin emas. Kita tahu nilai emas cenderung stabil. Aset digital lebih tahan terhadap guncangan inflasi dibandingkan aset yang berupa uang fisik,'” urai Ratna.

Oleh karena memang dipersembahkan untuk generasi muda, maka saat peluncuran perdana (Initial Coin Offering, ICO) Royal Token bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2019 per unit Royal Token dipatok dengan harga Rp 5.000. Minimal harus investasi 40 Royal Token senilai Rp 200.000.

Boleh juga memiliki Royal Token senilai Rp 1 Juta, Rp 10 Juta, Rp 50 Juta, Rp 100 Juta dan maksimal setiap orang anggota komunitas hanya boleh memiliki Royal Token senilai Rp 500 Juta. (Yami Wahyono)

Share this :