BisnisHeadlineLokal

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan II-2019, Tumbuh 5,72 Persen

AFINews.co.id || Surabaya – Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat perekonomian Jawa Timur Triwulan II-2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 585,29 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 410,69 triliun.

Pada triwulan II-2019 terjadi pertumbuhan positif pada seluruh kategori ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terletak pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 7,89 persen. Diikuti dengan kategori Jasa peusahaan (7,69 persen) dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial (7,32 persen) pada urutan kedua dan ketiga. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Provit yang melayani rumahtangga sebesar 9,64 persen, diikuti Ekspor Luar Negeri 7,31 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 6,40 persen.

grafik pertumbuhan ekonomi jawa timur triwulan II-2019

Berikut adalah beberapa catatan ekonomi Jawa Timur triwulan II-2019

  • Masa panen tanaman pangan masih berlangsung di beberapa wilayah seperti Lamongan dan Ngawi. Meskipun demikian, tanaman jagung menjadi penyumbang minusnya pertumbuhan tanaman pangan karena produksi jagung di Jawa Timur turun hingga 59% dari triwulan lalu.
  • Musim panen bagi tanaman perkebunan. Tingginya produksi tanaman perkebunan, baik perkebunan semusim maupun tahunan membuat sektor ini tumbuh cukup tinggi dibanding triwulan lalu.
  • Hasil produksi peternakan meningkat dibandingkan triwulan lalu seiring meningkatnya permintaan untuk lebaran dan hari raya Idul Fitri.
  • Industri Makanan dan Minuman meningkat sebesar 6,79 persen akibat permintaan yang meningkat di bulan Ramadhan dan Lebaran.
  • Tingkat hunian kamar hotel meningkat di bulan Juni. Masa libur lebaran, libur sekolah yang serentak menyebabkan permintaan penyediaan akomodasi melonjak.
  • Selain itu peresmian jalan tol baru menyebabkan semakin mudahnya akses dan mempersingkat waktu perjalanan turut mendorong meningkatnya jumlah pengunjung di beberapa obyek wisata.
  • Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman meningkat 6,90 persen akibat pelaksanaan Pilpres dan Legislatif, disamping kenaikan produksi menjelang tahun ajaran baru.

 

Reporter : Ade Purwanto

 

Share this :