EsaiOlahraga

PENDAKIAN GUNUNG ARJUNO VIA PURWOSARI

AFINEWS.CO.ID| Jalur pendakian gunung Arjuno via Purwosari terletak di Dusun Tambak watu, Kecamatan Purwosari, Malang, Jawa Timur. Jalur Purwosari ini terkenal dengan banyaknya peninggalan peninggalan kerajaan Majapahit pada masa lampau.

Banyak sekali tersebar candi candi, petilasan disepanjang jalur, sumber air pun lumayan banyak ditemui. Jadi sembari kita mendaki kita setidaknya bisa sedikit melihat dan mengenal peninggalan peninggalan dari para pendahulu kita.

Basecamp Pos 1 (Ontoboego)

Basecamp menuju ke pos 1 dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan dengan jalur yang masih landai dengan tanjakan yang belum terlalu curam. Jalur pun sangat lebar dengan pemandangan kiri kanan hutan pinus.

Begitu memasuki kawasan Ontoboego hutan pinus yang ada semakin merapat hingga menimbulkan kesan adem dan asri. Sesekali bau dupa tercium dari beberapa sudut yang memang nampak digeletakkan beberapa sesaji dari peziarah penganut kepercayaan “Kejawen”.

Pos 1 (Ontoboego) gunung Arjuno

Ontoebogo ini sendiri pada sebuah cerukan bebatuan yang terletak tak jauh dari hutan pinus. Di depan gua tersebut terdapat sebuah pondok yang biasa digunakan oleh para pendaki dan peziarah untuk melepas penat.

Sebuah cungkup dengan arsitektur Jawa tampak berdiri megah dengan altar berkeramik yang berada di sisi kiri cungkup berukuran sekitar 6,5 × 6,5 meter dengan ketinggian Ontoebogo mencapai 1300 MDPL.

Pos 1 (Ontoebogo) – Pos 2 (Tampuono)

Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 membutuhkan waktu 1 jam 20 menit dengan jalur masih tetap tanah dengan kemiringan tanjakan lumayan terjal. Sesampai di Tampuono maka akan disambut oleh warung-warung warga yang dapat dijadikan tempat beristirahat sejenak.

Terdapat juga sumber mata air yang bernama “sendang Dewi Kunthi” yang konon jika airnya diminum dapat memberikan keluhuran jiwa serta selalu ingat Hyang Kuasa. Dewi Kunthi dalam dunia pewayangan merupakan  sosok perempuan cantik yang merupakan ibu dari pandawa lima.

Pos 2 (Tampuono) gunung Arjuno

Pos 2 (Tampuono) – Pos 3 (Eyang Sakri)

Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 15 menit akan sampai pada Eyang Sakri. Pos yang mempunyai sebuah halaman luas dengan sebuah bangunan rumah yang terkunci rapat.

Dapat diperkirakan jika di dalamnya mungkin sebuah makam atau arca dari Eyang Sakri itu sendiri. Karena memang perjalanan yang masih singkat kami pun melanjutkan kembali pendakian.

Pos 3 (Eyang Sakri) gunung Arjuno

Pos 3 (Eyang Sakri) – Pos 4 (Eyang Semar)

Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 dengan jalur yang cukup menanjak dengan trek bebatuan. Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 membutuhkan waktu 1 jam 30 menit.

Akhirnya sampai juga di petilasan Eyang Semar yang konon katanya merupakan tempat “Moksa” atau menghilangnya Eyang Semar yang merupakan penasehat kepercayaan Raden Arjuno.

Sebuah arca berselimut kain putih yang menghadap timur yang dipercaya sebagai perwujudan Eyang Semar itu sendiri. Terdapat beberapa gubuk dan sumber air yang sangat cocok untuk beristirahat sejenak.

Pos 4 (Eyang Semar) gunung Arjuno

Pos 4 (Eyang Semar) – Pos 5 (Makutoromo)

Selepas Pos 4 jalanan kembali menanjak tajam dengan kemiringan yang curam. 30 – 45 menit perjalanan yang harus ditempuh hingga pendaki tiba di sebuah pelataran luas dengan sebuah punden berundak yang berada tepat di tengah tengah.

Kibaran bendera berwarna hijau nampak menghiasi punden ini. sesaji dan dupa pun berderet mengelilingi punden yang nampak sangat keramat ini. Konon di punden inilah dahulu Dewa wisnu sering melakukan pertapaan. Arca arca pun sangat mudah ditemui di sekitaran.

pos 5 (Makutoromo)

Pos 5 (Makutoromo) gunung Arjuno

Di pos 5 ini juga merupakan pos paling ideal untuk mendirikan camp sebelum mencapai Puncak Arjuno. Jarak dari puncak masih cukup jauh tapi adanya sumber air dan toilet bersih menjadi nilai tambah untuk camp di Pos 5 ini. Bagi yang tak membawa tenda pun sebenarnya terdapat banyak pondokan berukuran besar yang mampu menampung puluhan pendaki.

Pos 5 (Makutoromo) – Pos 6 (Candi Sepilar)

Perjalanan menuju ke pos 6 sangatlah dekat dibutuhkan waktu 15 menit maka sudah sampai pada pos 6. 3 buah arca dengan wajah yang menyeramkan menyambut kedatangan kami.

Tepat di tengahnya terdapat sebuah jalur menanjak, dengan bebatuan yang tertata rapi. Kami pun terus melangkah sembari aku hitung arca yang berada di kiri dan kanan jalur. Tepat ada 9 Arca yang mengapit jalur pendakian.

Pos 6 (Arca Sepilar) gunung Arjuno

Konon menurut beberapa sumber arca berjumlah 9 ini merupakan sosok yang menjaga daerah Sepilar ini, dan tepat di batas jalur bebatuan ini terdapat sebuah deretan patung yang melambangkan Pandawa Lima “Yudistira, Bima dan Arjuna” sedangkan “Nakula dan Sadewa” telah hilang diambil para pencuri.

Beristirahat sejenak dengan menikmati pemandangan di pos 6 gunung Arjuno

Pos 6 (Candi Sepilar) – Pos 7 (Jawa Dipa)

Perjalanan dari pos 6 ke pos 7  dengan jalur yang cukup menguras energi, tanjakan tajam dengan kemiringan 25 derajat menemani perjalanan menuju pos 7. Setelah berjanan 1 jam 30 menit sampailah pada Jawa Dipa yang merupakan pos terbaik untuk camp agar besok dapat melihat sunrise di puncak Ogal-agil.

Pos 7 (Jawa Dipa) Gunung Arjuno

Pos 7 (Jawa Dipa) –  Plawangan

Selepas Pos 7 vegetasi mulai merapat dengan hutan pinus yang rindang. Sinar matahari seakan tertahan dengan dedaunan yang ada menjadikan udara semakin sejuk dan dingin tapi jalur yang ada semakin menjadi jadi. Dari kejauhan puncak ogal agil yang berwujud runcing tajam sudah dapat kita lihat.

Sekilas nampak dekat dan mudah untuk digapai namun kenyataannya hingga pukul sepuluh siang pun kami tetap berada di dalam hutan pinus yang seakan tak berujung.

Sedikit demi sedikit melangkah namun apa daya tenaga yang semakin terkuras memaksa kaki untuk berhenti. Perjalanan menuju Plawangan membutuhkan waktu 3 jam ini merupakan trek paling menguras tenaga karena terus menanjak sampai Plawangan.

Plawangan gunung Arjuno yaitu daerah terbuka yang memiliki persimpangan jalur Purwosari dan Lawang

Plawangan – Puncak Ogal-Agil

Jalur tiba tiba menjadi landai menyusuri pinggiran jurang dan suasana pun menjadi panas karena jalur sudah tak berada di dalam lingkup hutan pinus lagi. Pohon pohon cantigi dengan padang rerumputan mulai menghiasi. Terdapat juga sebuah pertigaan dengan jalur kekiri yang mengarah ke Lawang.

Apabila pendaki mengamati jalur yang menuju kebawah itu. Nampak sangat terjal, rindang dan mistis karena jalur langsung masuk ke dalam “Alas Lali Jiwo” yang terkenal itu. Dan dari pertigaan mengarah ke kanan jalur kembali menanjak dengan tajam.

Lautan awan pun menyambut kedatangan kami di puncak Ogal-Agil yang sangat indah. Puncak Ogal Agil karena batu batu di puncak ini jika dilihat dari bawah seperti bergoyang (Ogal Agil) jika tertiup angin. Bongkahan batu batu berbagai ukuran tersebar di Puncak Arjuno. Melangkahkan kaki pun harus tetap berhati hati jika tak ingin terpeselet dan terjatuh.

Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno

Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno

Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno

Waktu Tempuh Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari

Basecamp – Pos I Ontoboego (1jam)

Pos I – Pos II Tampuono (1 jam 20 menit)

Pos II – Pos III Eyang Sakri (15menit)

Pos III – Pos IV Eyang Semar (1 jam 30 menit)

Pos IV – Pos V Makhutoromo (30menit)

Pos V – Pos VI Candi Sepilar (15menit)

Pos VI – Pos VII Jawa Dipa (1 jam 30 menit)

Pos VII – Plawangan (3jam)

Plawangan – Puncak Ogal-Agil (1 jam)

Jangan lupa baca juga (keindahan-gunung-arjuno)

(Cak_Anam)

 

Share this :