HukumLokal

Kecurangan Pemilu Legeslatif 2019 surabaya

Pada pemilu 27 April kemarin yang diikuti  16 peserta partai , ada indikasi kecurangan  disalah satu peserta pemilu terutama partai Golkar, yang terdapat perselisihan di intern Golkar terutama yang berada di Dapil 4 surabaya, perselisihan terjadi antara Caleg no 1  Aan Ainur Rofiq dan caleg no 4 juga sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo melaporkan dugaan kecurangan pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya kemarin (10/5). Berdasar penghitungan KPU Surabaya, dukungan yang diperoleh Agoeng hanya terpaut 31 suara dari Aan Ainur Rofik yang juga caleg Golkar.

Agoeng merasa ada yang tidak beres. Sebab, sejak awal dia yakin suaranya lebih unggul daripada Aan. Bahkan, sejumlah parpol sudah memberikan selamat kepadanya Sebab, menurut perhitungan parpol-parpol tersebut, Agoeng meraih suara terbanyak bagi Golkar di dapil 4 (Gayungan, Jambangan, Sawahan, Sukomanunggal, Wonokromo).

Agoeng kaget saat Bawaslu menuntaskan penghitungan suara pileg DPRD Surabaya. Namanya tidak ada. Yang muncul justru Aan. Dia pun menginvestigasi perubahan angka tersebut. Agoeng akhirnya berhasil mengumpulkan formulir C1 yang berasal dari TPS-TPS.

Saat mengecek formulir C1 dan DAA.1 DPRD kota, data yang masuk masih cocok. Tapi, begitu masuk ke server KPU, unggahan angkanya berubah. Agoeng menduga ada manipulasi data. “Sampai saat ini baru ketemu delapan TPS. Dan, menurut saya, ada lebih banyak sepertinya,” ujar Agoeng.

Di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Agoeng menemukan dua TPS yang datanya tidak sesuai dengan yang diunggah ke KPU. Di TPS 30, Aan mendapatkan 0 suara. Supardi memperoleh 20 suara. Agoeng cuma mendapatkan 1 suara. Namun, saat diunggah, suara yang diperoleh Supardi justru beralih ke Aan. Dengan begitu, dukungan yang semula cuma 0 berubah menjadi 20.

Di TPS 31 hampir serupa. Aan tak memperoleh suara. Sementara itu, Supardi mendapatkan dukungan dari 27 warga. Lagi-lagi, suara Supardi beralih ke Aan. “Kalau suara dari dua TPS ini saja diperbaiki, aku lolos. Ndaniyo delapan TPS,” ujar Agoeng.

Ada juga di kecamatan Sukomanunggal khususnya di kelurahan simomulyo baru di TPS 50 juga terindikasi kecurangan,

Ada 11 lembar laporan yang dia kirimkan ke Bawaslu. Dia meminta Bawaslu menindaklanjuti temuannya itu sebelum 22 Mei. Sebab, saat itu KPU mengumumkan hasil pemilu secara resmi.

Agoeng juga meminta KPU memelototi kembali data itu. Jika perlu, data di kelurahan yang ditemukan banyak pelanggaran juga diperiksa. Karena jumlah pelanggaran yang merugikan dirinya begitu besar, Agoeng meyakini bahwa kekeliruan itu bukan karena kelalaian. “Kalau sampai terbukti, ancamannya pidana nanti. Tapi, kami tunggu respons Bawaslu dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Aan mengaku belum mengetahui isi laporan Agoeng tersebut. Menurut dia, Agoeng memiliki hak untuk melaporkan hasil temuannya. Selain itu, persoalan tersebut bakal dibahas di internal partai. “Detail laporannya belum tahu. Biar nanti partai juga ikut menyelesaikan. Ada mekanismenya,” kata Aan.

Ketidakpuasan juga terjadi di pileg DPR RI. Kubu Bambang Haryo Soekartono tak puas dengan hasil rekapitulasi yang membuat namanya terpental. Hal itu diungkapkan M. Guntur Budiawan, anggota tim sukses Bambang Haryo Soekartono. Guntur masih yakin bahwa Bambang Haryo berpeluang lolos ke DPR. Mereka pun masih menunggu hasil akhir penghitungan di KPU Jatim

Terpisah, tingkat partisipasi pemilu di Surabaya mencapai 73,5 persen untuk pilpres. Untuk pemilihan caleg tingkat DPRD Surabaya, angka partisipasi mencapai 72,76 persen.

Berdasar data yang dihimpun dari KPU Surabaya, total jumlah pemilih mencapai 2.222.183 orang. Perinciannya, 2.131.756 orang yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), 28.575 orang tercatat di daftar pemilih tambahan (DPTb), dan 61.852 lainnya tercantum dalam daftar pemilih khusus (DPK).

Untuk pengguna hak pilih, total ada 1.635.312 orang yang tercatat di pilpres. Dalam pileg DPRD Surabaya, tercatat ada 1.616.882 pemilih. Berdasar data tersebut, jumlah partisipasi yang paling besar ada di daerah pemilihan Surabaya 5. Yakni, mencapai 76 persen.

proses pengangkutan kotak suara di kecamatan Sukomanunggal

Para pekerja pengangkut kotak suara

( Ade Purwanto)

 

Share this :