Headline

#Indahnya_Ramadhan (5)

AFINEWS.CO.ID|SAAT mendengar sang suami akan pulang, tak terperi kebahagiaan seorang istri saat menyambut kedatangannya setelah setahun berpisah. Perabot rumah ditata sedemikian rapi, sudut-sudut ruang dibersihkan, berikut wangi-wangian yang menyedapkan. Si istri pun berpakaian indah dan bersolek cantik bak bidadari. Begitulah luapan kegembiraan istri menyambut suaminya pulang ke rumah.

HATI BERBUNGA-BUNGA DAN BAHAGIA !

Demikianlah perumpamaan seorang mukmin yang menyambut Ramadhan. Kegembiraan yang luar biasa di hatinya karena bulan yang ditunggu-tunggu tak lama lagi akan datang. Setahun sudah ia menunggu, berdoa kepada ALLAH SWT agar dipertemukan kembali dengan RAMADHAN. Seperti doa yang diajarkan Rasulullah SAW, “Ya ALLAH SWT, berkahilah kami pada Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan jualah kami ke Ramadhan.”

(Hadits Riwayat Ahmad, dari Anas bin Malik)

Ramadhan bak tamu agung yang begitu dielu-elukan kedatangannya. Kedatangannya membawa berbagai kebaikan, keberkahan, rahmat yang berlimpah, serta ampunan atas segala dosa dan kesalahan. Setiap amal perbuatan dilipatgandakan pahalanya. Ibadah sunah dipandang nilainya seperti ibadah wajib. Ibadah wajib diberikan ganjaran berlipat-lipat. Segala doa dan munajat pasti didengar ALLAH SWT. Bahkan, di dalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Kegembiraan sejatinya tak bisa dibuat-buat. Mereka yang gembira menyambut Ramadhan benar-benar terlihat dari aktivitas dan intensitas ibadahnya. Tentu saja, mereka yang bergembira adalah mereka yang memang memiliki niat berpacu ibadah. Mencari maghfirah (ampunan) dari ALLAH SWT, dan mengejar pahala. Ibaratnya, orang yang tengah tersesat di rimba belantara. Tiba-tiba saja bertemu dengan seorang penunjuk jalan yang akan membawanya keluar dari hutan itu.

Ia begitu bahagia karena dirinya bisa selamat dari ancaman maut. Bagaimana tidak, jerih payahnya untuk mencari jalan keluar dari hutan itu sudah ia dapatkan. Begitu pulalah kegembiraan orang yang tengah mencari jalan mendapatkan maghfirah serta rahmat dari ALLAH SWT. Ketika ia ingin kembali kepada ALLAH SWT, ada Ramadhan yang menawarkan kebaikan, rahmat, serta ampunan baginya. Berbeda dengan mereka yang tak terbiasa beribadah. Tak suka berdoa dan memohon ampun kepada ALLAH SWT. Enggan beramal kebaikan. Tak ada kegembiraan dalam dirinya. Bagaimana mungkin ia akan gembira atas tawaran amal sunah dinilai sebagai amal wajib ?

Sementara selama ini ia tak pernah melakukan amal wajib itu sendiri. Ia tidak pernah shalat, berpuasa sunah, membaca Alquran, atau bersedekah. Tentu, tak akan menarik baginya, karena pada dasarnya ia sama sekali tak tertarik untuk beribadah. Saudaraku yang dimuliakan ALLAH SWT, marilah kita luapkan  KEGEMBIRAAN kita di Bulan Ramadhan ini. Perbanyaklah ibadah, tebarkan kebaikan, kesejukan, dan kedamaian.

Semoga kebahagiaan ini tidak hanya kita rasakan di dunia, namun hingga Yaumil Qiyamah kelak.

Aamiinn Aamiinn Aamiinn Yaa Rabbal’alamiin.

(kangmas_bahar/bersambung)

Share this :